JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Ilustrasi Bali (Foto: Caribbeanblueholidays.com)
Dream - Bali kedatangan 10.000 delegasi Incentive Trip Amway China yang berlangsung 24 Mei-17 Juni 2016. Keberhasilan Bali terpilih menjadi tuan rumah bukan hal mudah karena harus terlebih dulu menyisihkan 3 pesaing lainnya, yaitu Maladewa, Malaysia, dan Sydney.
Franky Budidarman, Project Chief Incentive Trip Amway Bali mengungkapkan, even tersebut merupakan yang terbesar diselenggarakan di luar Tiongkok. Sepuluh ribu wisatawan China datang bergelombang dalam 6 fase selama 24 hari.
Melihat jumlah wisman yang cukup besar ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun memberikan dukungan maksimal. Persiapan panitia juga cukup matang, dilakukan kurang lebih setahun dengan melibatkan 80 pramuwisata yang mampu berbahasa Mandarin.
Selama di Bali, selain melakukan rapat bisnis, para peserta juga akan berwisata ke berbagai tujuan wisata seperti Lembongan, Benoa dan Ubud.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana menyambut baik penyelenggaraan Amway China Gathering tersebut. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong jumlah kunjungan wisman Tiongkok ke Indonesia dari waktu ke waktu. Dan semakin memperkuat hubungan Indonesia-Tiongkok.
" Saya merasa sangat gembira pada malam ini karena kita dapat bersama-sama berkumpul dalam program Incentive Amway China 2016. Harapannya ini lebih meningkatkan kerjasama bilateral 'one belt one road' di berbagai bidang termasuk transportasi, perdagangan, budaya, pendidikan, pariwisata dan ekonomi," tutur I Gde Pitana, dikutip dari Pesona.indonesia.travel.
Pitana menambahkan, hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok sendiri sudah terjalin sejak tahun 1950, dan tahun ini genap memasuki tahun ke-66. Lalu Bali yang memiliki pesona keindahan alam dan budaya, merupakan destinasi favorit wisatawan Tiongkok untuk menikmati aktivitas wisata seperti water sport dan belanja.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun