6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Wisatawan Asing Berkunjung Ke Indonesia. (Foto: Setkab.go.id)
Dream - Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Republik Indonesia, telah bermitra dengan Adobe demi meningkatkan industri pariwisata nasional dan menghadirkan pengalaman luar biasa bagi para pelancong. Dengan memanfaatkan Adobe Experience Cloud, Kemenpar berharap bisa memperluas jangkauannya, terhubung dengan para wisatawan dengan lebih baik serta meningkatkan daya saingnya di Asia.
Adobe Experience Cloud merupakan sarana terkemuka untuk pemasaran digital (digital marketing) serta dapat membantu Kemenpar untuk mewujudkan sejumlah target penting yang kelak mengangkat profil Indonesia sebagai tujuan favorit.
Kerja sama ini bertepatan dengan meningkatnya arus pariwisata Indonesia, dan Kemenpar ingin memanfaatkan pertumbuhan tersebut. Pada 2016, Indonesia menyambut 12 juta turis mancanegara – naik 15.5 persen dari tahun sebelumnya. Tahun ini, Kemenpar ingin menarik kedatangan 15 juta turis mancanegara dan menargetkan 20 juta turis asing pada 2019.
" Indonesia merupakan tujuan wisata yang indah, dengan begitu banyak sumber daya. Kami dikenal akan kepulauan yang luar biasa, berbagai pantai yang alami dan budaya setempat. Namun, masih banyak yang belum dijajaki. Mengubah cara mengisahkan cerita kami dan terus-menerus mempromosikan berbagai tujuan dan kegiatan pariwisata terbaru kepada para audiens kami dari seluruh dunia adalah hal penting. Kemitraan dengan Adobe akan membantu kami terhubung dengan para wisatawan secara lebih efektif. Kami juga bisa memahami preferensi mereka dengan lebih baik serta menghadirkan pengalaman wisata yang sesuai," jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu 9 Agustus 2017.
Sejalan dengan slogan " Go Digital" Kemenpar pada 2017, sarana cloud Adobe akan meningkatkan strategi transformasi digital dan menghubungkan mereka dengan wisatawan saat ini yang melek digital. Salah satu perangkat penting guna memastikan keberhasilan Kemenpar adalah Livefyre, bagian dari Adobe Experience Manager.
Livefyre akan membantu Kemenpar dalam memanfaatkan kekuatan user-generated content, dengan kemampuan menyaring miliaran konten media sosial yang dibuat para wisatawan setiap hari. Fitur ini secara rutin akan menyajikan arus informasi terbaru tentang pengalaman para wisatawan yang sebenarnya, dan bisa dibagikan dengan audiens global.
Secara bersamaan, Adobe Analytics akan menghadirkan kajian secara mendalam mengenai lalu lintas ke situs internet (web traffic) dan para pengunjung (visitors). Hal tersebut menjadi data untuk menyasar dan menarik minat pengunjung baru.
Inisiatif strategis lain dalam memperkuat jaringan dan jangkauan Kemenpar ialah menjalin kemitraan dengan maskapai penerbangan terkemuka. Lewat kerja sama dengan Adobe, Kemenpar tak hanya memperoleh akses terhadap jaringan mitra kerja Adobe dalam industri penerbangan, namun juga menempatkan mereka dalam sarana Adobe Experience Cloud agar Kemenpar mampu saling bertukar data segmen pelanggan pada masa mendatang.
Adobe Audience Manager, di sisi lain, akan membantu Kemenpar dalam mencari segmen pelanggan penting agar mereka dapat menjalankan kampanye pariwisata sesuai sasaran. Dalam tahun pertama kemitraan ini, Kemenpar ingin menjalin kemitraan dengan 10 maskapai penerbangan, termasuk Garuda Indonesia dan Air Asia sebagai langkah awal.
" Para wisatawan kini berharap banyak terhadap tujuan wisata yang dikunjungi. Berkat kekuatan internet dan media sosial, para pelanggan kini didukung oleh lebih banyak informasi dari masa-masa sebelumnya, dan dengan begitu, mereka ingin memperoleh pengalaman wisata yang lebih personal. Kini, pengalaman digital sama pentingnya dengan pengalaman di dunia nyata. Itu sebabnya, langkah memastikan kenyamanan di seluruh kanal menjadi sangat penting. Industri pariwisata harus berkembang, dan dapat menawarkan konten terbaru dan tepat sasaran, serta ditujukan kepada segmentasi audiens yang lebih luas, dalam waktu pengerjaan yang lebih singkat. Adobe pun sangat gembira karena bisa bekerja sama dengan Kemenpar dalam langkah penting yang memastikan setiap turis yang berkunjung ke Indonesia bisa memperoleh pengalaman wisata yang terbaik," jelas Tony Katsabaris, APAC Managing Director, Public Sector for Adobe.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
