Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi (Foto: Www.ezhajjgroup.com)
Dream - Setiap musim haji tiba, jumlah jemaah haji Indonesia termasuk terbanyak di dunia. Tak heran memang karena faktanya populasi penduduk muslim Indonesia adalah yang terbesar sejagad.
Namun perkara pergi haji tak semudah membalik telapan tangan. Arab Saudi menetapkan kuota calon jemaah haji bagi tiap negara sebesar 10 persen dari jumlah keseluruhan umat Islam di negara tersebut.
Alhasil, untuk menunaikan ibadah haji di Indonesia menjadi agak sulit. Calon jemaah harus menunggu antrean yang cukup lama, bisa sampai bertahun-tahun. Bahkan ada yang harus menunggu sampai 10 tahun lebih.
Namun jangan khawatir, ada beberapa alternatif yang bisa dipilih jika Anda ingin menunaikan haji lebih cepat tanpa menunggu antrean bertahun-tahun lamanya. Berikut ulasannya.
1. Gunakan jalur haji khusus
Ini cara bagi calon jemaah haji yang punya uang lebih. Meski mereka masih tetap harus mengantre, tapi masa antrean tidak terlalu lama seperti haji biasa.
2. Mendaftar di provinsi lain
Setiap provinsi memiliki jatah kuota haji tersendiri dari pemerintah pusat setiap tahunnya. Umumnya, provinsi yang umat Islamnya tidak banyak, memiliki banyak sisa kuota. Daftar tunggunya pun tidak terlalu lama ketimbang provinsi dengan mayoritas muslim.
Anda bisa mencoba mendaftar di provinsi seperti Bali, NTT, Papua dan Maluku. Cari informasi mengenai daftar tunggu di wilayah tersebut. Namun tentu saja Anda harus memiliki koneksi dengan orang-orang di daerah tersebut untuk mengurus masalah administrasinya seperti KTP, dll.
3. Memakai visa TKI Arab Saudi
Cara ini sekarang belum bisa dilakukan karena adanya moratorium atau penghentian sementara TKI/TKW Indonesia. Namun jika sudah dibuka lagi, maka cara ini mungkin bisa dicoba, terutama apabila Anda punya teman yang juga bekerja di Arab Saudi.
Visa TKI Arab Saudi ada 2 macam, yaitu visa terikat dan visa bebas. Visa bebas adalah visa kerja yang dapat digunakan kerja di Arab Saudi secara bebas dalam hal memilih pekerjaan. Nah, Anda dapat memakai visa kerja bebas ini untuk masuk ke Arab Saudi dan menunaikan ibadah haji.
Apabila ingin melakukan cara ini, maka sebaiknya Anda memiliki koneksi dengan orang Indonesia yang berada di Arab Saudi untuk meminta tolong mengurus akomodasi selama tinggal di sana.
Ingin tahu cara lainnya? Simak di sini.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari