Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Shutterstock
Dream - Dalam beberapa waktu belakangan, Danau Toba kebanjiran pengunjung dari Malaysia. Hal itu ditandai dengan semakin meningkatnya tingkat keterisian pesawat pada maskapai Malindo Air dan AirAsia oleh traveler Negeri Jiran.
" Saya mendapatkan laporan dari pihak maskapai di Silangit bahwa setiap hari Jumat wisatawan Malaysia datang dengan jumlah di atas ratusan," kata Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional I Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Lokot Ahmad Enda, dikutip dari Merdeka.
Padahal, kata Lokot, jumlah traveler dari Malaysia rata-rata hanya sekitar 90 orang pada hari biasa. " Itu artinya pasar ini bertumbuh bagus," kata dia.

Melihat potensi ini, Lokot mengimbau para pelaku pariwisata di Danau Toba, terutama kuliner dan restoran, untuk siap memberikan sambutan hangat. Salah satu hal prioritas yang perlu digenjot yaitu terbitnya sertifikasi halal.
" Karena pertanyaan orang Malaysia yang mayoritas Muslim, menanyakan hal tersebut. Restoran ini halal tidak? Mana tulisan halalnya?" ucap Lokot.
Menurut dia, sertifikasi halal sebuah restoran tidak hanya menjamin kehalalan dan kebersihan makanan yang disajikan. Lebih dari itu, menjadi legitimasi agar wisatawan bisa menikmati hidangan di suatu restoran.
" Makanan halal itu bukan hanya soal agama, tapi juga sudah menjadi gaya hidup di dunia ini. Jadi, sudah saatnya para pengusaha restoran di Danau Toba memikirkan hal ini," tutur Lokot.

Selanjutnya, Lokot mengatakan Wisata Halal di Danau Toba semakin potensial untuk digarap mengingat banyaknya wisatawan Muslim Malaysia. Selain itu, Wisata Halal juga menjadi kunci penguatan ekonomi.
" Di sisi lain, Wisata Halal juga menghadapi berbagai tantangan. Terutama dari sisi budaya, demografi, tujuan maupun alokasi biaya yang dikeluarkan untuk berwisata," kata dia.

Keberadaan sertifikasi halal di bidang wisata tidak bisa berdiri sendiri. Hal ini merupakan bagian dari keseluruhan industri halal, mencakup sektor finansial dan pembiayaan.
" Destinasi Danau Toba secara pararel harus mempersiapkan ini. Karena indahnya Danau Toba tidak dimiliki negara-negara Timur Tengah yang mayoritas Muslim. Kita bisa memulainya dari wisatawan Malaysia ini," tutur Lokok.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya