Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Masjid Aschabul Kahfi (bobo.kidnesia.com)
Dream - Kota Tuban merupakan salah satu kota yang masuk dalam perlintasan jalur pantai utara (Pantura). Menjadi wilayah perbatasan antara Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah, Tuban juga dikelilingi pantai yang membentang di sepanjang jalan provinsi.
Kekayaan alam Tuban yang terbentang semakin menakjubkan dengan nuansa Islami yang sangat kental. Tak heran apabila masyarakat Tuban selalu lekat dengan kehidupan pondok pesantren.
Di antara budaya Islami yang masih dipegang teguh masyarakat di pesisir Jawa Timur ini, terdapat sebuah masjid unik yang terletak di perut bumi. Ya, nama masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi begitu tenar di kalangan para peziarah yang sering menyambangi jalur pantura.
Masjid yang terletak di Jalan Gedungombo, Semanding, Tuban tersebut memiliki arsitektur yang menarik. Bagian depan masjid terlihat begitu mencolok dengan perpaduan warna-warni terang. Dipadu dengan ukiran kaligrafi yang dikombinasikan dengan aksara Jawa.
Lalu, bagian kubah juga dibuat dengan unsur seni yang begitu khas. Dilukis penuh dengan goresan ayat-ayat Alquran.
Masjid ini merupakan bagian yang terpisahkan dari Pondok Pesantren Aschabul Kahfi pimpinan KH Subhan. Ide membuat masjid di perut bumi memang dicetuskan KH Subhan yang ingin memanfaatkan terowongan atau goa tandus tak terpakai menjadi Islamic Center.
Goa ini memiliki keindahan tersendiri karena pengunjung yang masuk akan disuguhkan dengan bongkahan-bongkahan stalagmit dan stalaktit yang telah kering. Lalu, KH Subhan terpikir untuk mengubahnya menjadi tempat ibadah yang megah, dengan pilar, ukir-ukiran, serta dengan penerangan samar-samar saja. Puluhan anak tangga berhiaskan marmer menjadi penghubung antara satu ruang dengan ruang lainnya.
Seperti masjid-masjid lainnya, tak ada biaya untuk masuk ke dalam masjid yang sudah berusia 14 tahun ini. Para pengunjung hanya dimohon kesadaran untuk memberi infaq saat mengunjungi masjid.
(Dari berbagai sumber)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire