Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Lebih dari 40 tahun yang lalu, psikolog sosial Dr. Stanley Milgram memberi tugas kepada murid-muridnya: Pergilah ke kereta bawah tanah New York City dan mintalah sesama penumpang untuk menyerahkan kursi mereka.
Mayoritas siswa melaporkan kecemasan yang tinggi dan bahkan trauma saat meminta rekan-rekannya untuk menyerahkan tempat duduk mereka, meskipun sebagian besar dari mereka yang diminta memenuhi syarat.
Menghadapi orang asing - bahkan yang baik - masih merupakan pengalaman yang menegangkan bagi banyak orang saat ini, oleh karena itulah New York City, antara lain, telah mencoba mendidik warganya untuk berperilaku sopan dalam transportasi umum. Sementara Tokyo, memanfaatkan teknologi untuk membuat interaksi di kereta bawah tanah menjadi lebih mudah.
Dengan menggunakan jalur aplikasi pesan populer, penumpang hamil di kereta bawah tanah Tokyo sekarang bisa me-request atau meminta penumpang lain untuk menyerahkan tempat duduk mereka. Begitu penumpang hamil menekan " Saya ingin duduk" di telepon mereka, penumpang terdekat - yang sebelumnya terdaftar karena bersedia menyerahkan tempat duduk mereka untuk penumpang hamil - akan menerima pemberitahuan yang menginformasikan mereka untuk berdiri.
Penumpang hamil pun akan menerima pemberitahuan di telepon mereka, yang akan membimbing mereka ke penumpang yang bersedia menyerahkan tempat duduknya.
" Ini mungkin khusus untuk Jepang tapi beberapa orang ragu untuk berbicara dengan orang yang mungkin memerlukan tempat duduk," juru bicara Dai Nippon Printing, perusahaan yang menguji layanan di kereta bawah tanah tersebut, kepada AFP. " Banyak orang juga melihat layar smartphone dan tidak selalu menyadari dengan cepat bahwa ada seseorang yang membutuhkan, berdiri di dekatnya."
Fitur permintaan kursi juga akan tersedia untuk penumpang usia lanjut dan penyandang disabilitas. Layanan tersebut mulai diujicobakan di Tokyo pekan lalu namun belum jelas kapan akan menjadi fitur permanen di kereta bawah tanah.
(Sumber: travelandleisure.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya